SEKILAS COKLAT

Tanaman coklat (Theobroma cacao) berasal dari daerah Amerika Latin. Suku Aztec memanfaatkan biji coklat sebagai minuman dengan nama xocolatl, asal nama chocolate. Penjelajah Spanyol, yang menemukan benua Amerika, adalah yang mengenalkan minuman coklat ini ke Eropa.

Pembuatan coklat dalam bentuk bubuk disempurnakan di Belanda oleh C.J van Houten. Sementara teknologi pengolahan coklat blok yang bisa langsung dimakan berkembang di Swiss pada abad 19, antara lain oleh Henry Nestle dan rekannya Daniel Peter yang menambahkan susu dan gula pada coklat sehingga rasanya lebih enak. Jean Tobler adalah yang mempopulerkan snack bar coklat dengan menambahkan honey dan nougat pada coklat buatannya, lalu dikemas dalam kemasan yang mudah dibawa, dikenal dengan nama dagang Toblerone. Sementara di Amerika Serikat perkembangan coklat snack bar dipopulerkan oleh Hershey. 

Terdapat beberapa kategori coklat yang umum digunakan dalam aplikasi resep, yaitu:

  • coklat bubuk
  • dark chocolat
  • milk chocolat
  • white chocolat
  • compound chocolat

Coklat Bubuk: warnanya beragam dari yang kehitaman sampai coklat kemerahan. Biasanya dipakai untuk minuman dan campuran cake atau cookies.

Dark Chocolat: mengandung gula, cocoa liquor atau cocoa mass, cocoa butter dan flavor, disebut couverture chocolat. Couverture chocolat cepat lumer dalam suhu ruang sehingga lebih sulit dibentuk. Dark chocolat memiliki kadar gula berbeda-beda, bitter (pahit tanpa gula), bitter sweet atau semi sweet (agak manis), dan sweet (manis)

Milk Chocolat: mengandung bahan yang sama dengan dark chocolat, dengan penambahan susu

White Chocolat: mengandung gula, susu full cream, cocoa butter dan flavor. sebenarnya tidak termasuk sebagai coklat karena hanya terbuat dari lemak nya coklat saja (cocoa butter).

Compound Chocolat: mengandung semua bahan yang terdapat pada coklat, dengan penambahan lemak nabati (vegetable fats) sehingga lebih tahan pada suhu ruang, tidak cepat leleh. Umumnya di Indonesia yang suhunya panas, coklat compound lebih sering dipakai. Penambahan vegetable fat pada coklat compound membuat coklat lebih stabil dan tidak mudah lumer.

 

(dari beberapa sumber: The Golden Book of Chocolate, Primarasa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s