Snapshot di Coffee Plantation

Losari Coffee Plantation berlokasi di Magelang Jawa Tengah.   Perkebunan kopi ini  sekarang menjadi resort wellness spa Mesastila Coffee Plantation diantara 22 hektar kebun kopinya yang masih tetap terpelihara. 

  
Sejarah kepemilikan Losari Coffee Plantation cukup panjang… dibangun pada jaman kolonial Belanda circa 1920, berpindah-pindah tangan sampai seorang warga negara Italy Gabriella Teggia menyelamatkan perkebunan yang sempat terabaikan ini. Gabriella Teggia juga seorang pemerhati bangunan-bangunan arsitektur asli jawa. Dia yang memindahkan stasiun Mayong, yang hampir di rubuhkan, dari Jepara ke Losari. Saat ini Mesastila dimiliki oleh anak perusahaan grup Recapital milik Sandiaga Uno.

Agak sulit rasanya merubah sebutan Losari Plantation menjadi Mesastila.. nama Losari sudah terlanjur melekat di otak saya.

Berkunjung ke Kebun Kopi  Losari bagaikan terlempar ke jaman kolonial…lokasi yang jauh dari keramaian, pemandangan gunung-gunung sekitar resort, dan suasana di resort ini yang nJawani..benar-benar dapat membuat tamu-tamunya seakan terbawa ke masa lalu.

STASIUN MAYONG 

Kurang lebih 2,5 jam perjalanan dari Semarang menuju Losari Coffee Plantation di Magelang. Penerimaan tamu, check in dan check out dilakukan di bekas Stasiun Mayong ini gambar di bawah ini..

Stasiun Mayong adalah salah satu stasiun tertua di Jawa, circa 1873. Lokasi asli stasiun mati ini terletak  di Mayong, Jepara. Stasiun yang terbuat dari kayu jati ini menjadi terlantar karena jalur kereta api yang melalui kota Mayong di non aktifkan karena sepi penumpang.

Stasiun Mayong yang terlantar dan rencananya akan dibongkar ini lalu diboyong kesini. Sekarang difungsikan sebagai Reception room tempat kita check in dan check out.

IMG_2851

LOSARI COFFEE TOUR 

Coffee tour dijadwalkan pagi hari setelah sarapan. Coffee tour selama kurang lebih 1,5 jam akan  mengelilingi beberapa bagian yang menarik di kebun kopi seluas 22 hektar ini.

Coffee Tour pagi ini dengan guide mba Lia dari Mesastila.. 

Mba Lia menunjukkan 4 macam varietas kopi yang ditanam di Mesastila.. Robusta, Arabica, Andong/Java, dan Exelsa. Ke 4 macam varietas itu dapat dibedakan dari bentuk dan besar daunnya…  

 diatas adaah buah kopi yang siaap dipetik.. ranum-ranum.. sementara dibawah adalah biji kopi yang sedang dijemur, untuk memisahkan kulit dan bijinya.

L1090367

Setelah jalan kaki keliling kebun kopi, beristirahat di Rumah Kopi… disini disediakan jamu kunir asem, beras kencur, temulawak yang diminum dalam batok kelapa..

Rumah Kopi ini juga adalah tempat roasted dan penggilingan biji kopi..

L1090382

mencicipi kopi hasil perkebunan Losari..

coba mencicip 1) kopi tanpa gula,  2) kopi+gula jawa,  3) kopi+gula pasir  …. ternyata paling cocok dengan lidah saya adalah kopi+gula aren..  Gula pasir membuat rasa kopinya sedikit hilang.

cemilan biji kopi dan gula aren .. ternyata enaak, serasa mengunyah kacang rasa kopi..

Ada istal dengan beberapa kuda yang dapat di pinjam mengelilingi area sekitar perkebunan.. Didepan istal adalah kebun sayur-sayuran, beberapa diantaranya ada selada, kacang panjang, thyme, daunt mint.

L1090298

 Bertemu Recapital.. kuda ganteng dan ramah ini sedang jalan-jalan sore dengan pengasuhnya..

Pagi hari disambut udara sejuuk dan kabut pagi  

sarapan pagi di resto dekat kolam renang dengan pemandangan yang super cantik..

POHON KAPUK RANDU  –  Menjadi pohon penjaga / guardian tree…  Ini adalah pintu gerbang lama, untuk masuk ke area Perkebunan Kopi Losari.

Jalan masuk plantation dari gerbang lama.. kanan kirinya adalah pohon randu, dalam filosofi jawa pohon randu di gerbang ini adalah sebagai penjaga.  

AMBAR VILLA — JOGLO SINDORO

Courtyard di depan kamar Sindoro, tempat kami menginap.. ada air mancur kecilnya.. Apartemen Sindoro, dengan 2 kamar tidur dan interior ukiran kayu Jepara yang cantik. Sindoro ini adalah rumah joglo Kudus asli yang di rakit kembali disini.

L1090261

Kamar mandi dengan bathtub yang sangat unik dari keramik…

L1090267

DI SEKITAR PENDOPO UTAMA

L1090411

Catur raksasa di halaman Pendopo Utama.

refleksi kaki di depan pendopo utama.. 

L1090474

Dua malam menginap disini cukup dapat banyak pengalaman menikmati hidup di perkebunan kopi dengan suasana kolonial yang kental dan alam yang masih sangat segar, bebas polusi dan jauh dari keramaian..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s